Daring Oh Daring...

Hai teman-teman!  Salam kenal, saya Hevenu Shalom, 13 tahun, kelas 9 di Esmega, Cepu. Kalian pasti bingung, kenapa saya bisa berumur 13 tahun di kelas 3 SMP? Jadi, saya hanya 1 tahun berada di TK dan masuk SD pada usia 5 tahun. 

Sekarang, saya akan menceritakan tentang apa yang saya rasa selama belajar di rumah pada masa pandemik. Masa ini merupakan masa dimana kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Karena ini untuk keamanan kita, bukan? 

Sejak pembelajaran daring ini dimulai, sangat banyak kesempatan bagi kita untuk mendapatkan nilai baik tanpa belajar yaitu menjadi "copy-paste generation" atau "generasi salin-tempel". Dengan cara, menyalin bulat-bulat jawaban yang kita temukan dari chrome ke buku tugas kita. Tentu dengan cara itu kita akan mendapatkan nilai bagus, tetapi tidak memiliki kualitas karakter dan kemampuan. 

Saya sangat tertarik pada pelajaran matematika. Bagi saya matematika itu menarik dan penuh tantangan. Sayapun mengikuti bimbingan belajar matematika secara online di salah satu guru matematika di sekolah saya. Saya sangat bersemangat. Bimbingan belajar ini sangat membantu saya pada pembelajaran daring ini. 

Beruntungnya saya mempunyai orangtua yang selalu ikut mendampingi dan mendukung saya dalam pendidikan materi, karakter, maupun spiritual. 
Mama selalu mendapatkan informasi tentang nilai-nilai saya dari grup WhatsApp orangtua yang dikirimkan oleh walikelas saya. Dan mama bangga akan hal itu.
Tapi, ada juga kejadian dimana saya mendapatkan nilai yang tidak membanggakan orang tua saya. Saya sangatlah sedih, saya bahkan pernah menangis karena hal itu. Tapi orangtua saya tidak memarahi saya, karena ada usaha saya di dalam setiap nilai yang saya dapatkan. Tetapi, saya juga memahami dimana letak kesalahan saya. 
Mama papa tidak menitik beratkan di nilai namun lebih ke pemahaman saya pada pelajaran. Jika sudah paham, maka nilai pun pasti ikut baik. Sebaliknya, jika nilai belum baik maka dicari dimana letak masalah yang saya belum mengerti. 

Saya juga diajarkan oleh orangtua saya untuk mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Salah satunya untuk mencapai keinginan saya yaitu menjadi juara kelas. Hal simpel yang selalu saya lakukan adalah berdoa setiap pagi untuk meminta penyertaan Tuhan atas pembelajaran saya, dan berdoa sebelum menjawab maupun mengirim tugas. 

Pada pembelajaran daring ini, sebenarnya kurang menyenangkan bagi saya dikarenakan saya kehilangan kesempatan bertemu teman-teman, dan juga tidak dapat diajar langsung oleh guru. 
Tetapi, untuk menyemangati diri saya sendiri, saya membuat hiasan-hiasan pada buku tulis saya, yang sekarang akrab disebut "lettering".


Dan untuk mengisi waktu luang saya, saya belajar bahasa asing favorit saya, yaitu belajar bahasa korea secara otodidak. Youtube dan buku buku digital sangat membantu saya melakukan kegiatan belajar bahasa Korea dan juga tulisan Korea.

Selain itu, saya juga mempelajari tarian dari lagu-lagu korea yang ditampilkan idola kesukaan saya. Jika dihitung-hitung bisa buat olahraga juga kan
Inilah cerita saya menjalani sekolah secara daring. Setelah 2 bulan saya melakukan rutinitas saat pembelajaran daring, saya mulai bisa menikmati apa yang saya sedang jalani! Saya merasa, bahwa hal ini janganlah dianggap beban tapi bisa kita sikapi dengan cara yang positif. Semoga yang kalian baca dari postingan saya bisa jadi ide-ide menarik yang dapat menjadi inspirasi kalian. 
salaaaammmmm..... 

Komentar

  1. Tulisan dari cerita diatas, sungguh luar biasa...πŸ‘πŸ‘πŸ˜Š
    Bermakna, kreatif dan Penuh Inspratif...πŸ‘πŸ˜Š
    Ketika saya membaca, isi pesan dari tulisan itu, tersampaikan...πŸ‘πŸ˜Š
    Ada kejujuran dan ketulusan yang saya rasakan didalam tulisan itu.
    Terus berkaya, kreatif dan tetap semangat...πŸ’ͺπŸ‘πŸ˜ŠπŸ™
    **Salam sehat**

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulisan dari cerita diatas, sungguh luar biasa...πŸ‘πŸ‘πŸ˜Š
      Bermakna, kreatif dan Penuh Inspratif...πŸ‘πŸ˜Š
      Ketika saya membaca, isi pesan dari tulisan itu, tersampaikan...πŸ‘πŸ˜Š
      Ada kejujuran dan ketulusan yang saya rasakan didalam tulisan itu.
      Terus berkarya, kreatif dan tetap semangat...πŸ’ͺπŸ‘πŸ˜ŠπŸ™
      **Salam sehat**

      Hapus
    2. Terimakasih banyak atas perhatiannya...
      Saya akan berusaha untuk terus menulis lebih baik kedepannya.
      SALAM SEHAT πŸ’ͺπŸ™

      Hapus
  2. Hebat sekali, Shalom.... meskipun tidak pernah bertemu teman2 dan guru di ruang kelas, kamu tetap semangat belajar dan berkarya... I am sure you will be successful.. Semoga pandemi segera berlalu dan pembelajaran bisa berjalan seperti sebelumnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih banyak πŸ™ Amiiin. Best Regards for you and your family 😁

      Hapus
  3. Wooowww...salut banget aku sama kamu, havenu...πŸ‘πŸ˜Š
    Semangat belajar kamu tidak melihat situasi apapun...😊
    Sekalipun belajar dengan sistem daring, kamu masih tetap bisa menikmatinya...
    Kamu bisa melakukan sesuatu yang positif, untuk menambah semangat belajar kamu,havenu...πŸ˜ŠπŸ‘
    Selain isi ceritanya bagus, buku catatan sekolah kamu juga rapi dan kerennn loh...πŸ˜ŠπŸ‘
    Menurut aku, kamu pasti orangnya smart dan berjiwa seni...Top deh πŸ‘πŸ‘πŸ˜Š
    Ok deh, semoga pandemic ini cepat berlalu ya, biar bisa kembali belajar di sekolah seperti sediakala...πŸ˜‡πŸ™
    Good Luck Havenu πŸ˜ŠπŸ˜‡πŸ™



    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak untuk perhatian dan komentarnya....
      Amiiin, semoga keadaan ini cepat berlalu...
      God Bless You~~

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Thank you so muchπŸ’–

Dibuang Sayang

Zona Nyaman